Sabtu, 08 April 2017

TESTIMONI PERKULIAHAN

Diposting oleh Nabila Annisa di 09.10 0 komentar


TESTIMONI PERKULIAHAN
Mata kuliah psikologi pendidikan sangat membantu saya dan bermanfaat bagi saya karena membuat saya paham bagaimana proses yang baik dalam memberikan ilmu kepada anak baik itu di dalam sekolah maupun diluar sekolah terlebih lagi di zaman seperti ini kita benar-benar harus mengawasi proses pendidikan anak, dan saya juga bisa tau bahwasanya harus melakukan apa agar anak mendapatkan pendidikan yang sebaik-baiknya.

Sabtu, 01 April 2017

BAB XII PERENCANAAN, INSTRUKSI, DAN TEKNOLOGI (tugas resume)

Diposting oleh Nabila Annisa di 21.16 0 komentar


BAB XII

PERENCANAAN, INSTRUKSI, DAN TEKNOLOGI

PERENCANAAN

Perencanaan Instruksional
Pengembangan atau penyusunan strategi sistematik dan tertata untuk merencakan pelajaran.

Kerangka Waktu dan Perencanaan
>Apa yang Perlu Dilakukan
>Waktu Melakukannya

PERENCANAAN DAN INSTRUKSI PELAJARAN TEACHER-CENTERED

>Menciptakan Sasaran Behavioral. Sasaran behavioral adalah pernyataan tentang perubahan yang diharapkan oleh guru akan terjadi dalam kinerja murid.
>Menganalisis Tugas memecah tugas kompleks yang dipelajari murid menjadi komponen-komponen.
>Menyusun Taksonomi Instruksional. Taksonomi adalah sistem klasifikasi.

Instruksi Langsung
Pendekatan teacher-centered yang terstruktur yang dicirikan oleh arahan dan kontrol guru, ekspektasi guru yang tinggi atas kemajuan murid, maksimalisasi waktu yang dihabiskan murid untuk tugas-tugas akademik, dan usaha oleh guru untuk meminimalkan pengaruh negative terhadap murid.

Strategi Instruksional Teacher-Centered
>Mengorientasikan
-Advance organizer,
aktivitas dan teknik pengajaran dengan membuat kerangka pelajaran dan mengorientasikan murid pada materi sebelum materi itu diajarkan.
-Exposity advance organizer, pengetahuan baru yang diberikan kepada murid yang akan mengorientasikan mereka ke pelajaran yang akan dating.
-Comparative advance organizer, memperkenalkan materi baru dengan mengaitkannya dengan apa yang sudah diketahui murid.
>Pengajaran, Penjelasan, dan Demonstrasi
>Pertanyaan dan Diskusi
>Mastery learning,
pembelajaran satu konsep atau topic secara menyeluruh sebelum pindah ke topik yang lebih sulit.
>Seatwork,  menyuruh semua murid atau sebagian besar murid untuk belajar sendiri-sendiri di bangku mereka.
>Pekerjaan Rumah

Mengevaluasi Instruksi Teacher-Centered
Pendekatan ini (Teacher-Centered) adalah cara terbaik untuk mengajarkan keahlian dasar, yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang terstruktur secara jelas.
 
PERENCANAAN DAN INSTRUKSI PELAJARAN LEARNER-CENTERED

Prinsip Learner-Centered
>Faktor Kognitif dan Metakognitif
>Faktor Motivasi dan Emosional
>Faktor Sosial dan Developmental
>Faktor Perbedaan Individual

Beberapa Strategi Instruksional Learner-Centered
>Pembelajaran Berbasi Problem
>Pertanyaan Esensial
>Pembelajaran Penemuan

Mengevaluasi Instruksi Learner-Centered
Pendekatan Learner-Centered untuk perencanaan dan instruksi pelajaran memberikan banyak hal positif.

TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN

Revolusi Pendidikan
Jika murid ingin siap kerja, teknologi harus menjadi bagian integral dari sekolah dan pelajaran di kelas. Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi di mana kita kini hidup. Orang menggunakan computer, bolpoin, surat, dan telepon untuk berkomunikasi.

Internet
Interner adalah inti dari komunikasi melalui computer. Sistem Internet berisi ribuan jaringan computer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses murid. World Wide Web adalah sistem pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi internet; materi ini mencakup teks dan grafis. Website adalah lokasi individu atau organisasi di internet. Menampilkan informasi yang dimasukkan oleh individu atau organisasi. E-mail adalah singkatan dari electronic mail. Merupakan bagian penting lain dari internet. Pesan dapat dikirim dan diterima individu atau dari banyak individu sekaligus.

Teknologi dan Diversitas Sosiokultural
Teknologi membawa beberapa isu sosial. Problem akses computer dan pemanfaatannya juga diperparah karena makin banyaknya computer di rumah keluarga kelas menengah atas. Komputer sering dipakai untuk aktivitas yang berbeda di kelompok sosiokultural yang berbeda.

Standar untuk Murid yang “Melek Teknologi”
>Pra-taman Kanak-kanak Sampai Grade Dua
Seperti gunakan alat input, variasi media dan teknologi, dan gunakan sumber daya multimedia yang pas.
>Grade 3 sampai 5
Seperti gunakan keyboard dan alat input atau output lain, alat teknologi untuk menulis, berkomunikasi, dll.
>Grade 6 sampai 8
Aplikasikan strategi untuk mengidentifikasikan dan memecahkan problem hardware dan software, serta tunjukkan pengetahuan tentang perubahan dalam teknologi informasi.
>Grade 9 sampai 12
Identifikasikan kapabilitas dan keterbatasan dari teknologi kontemporer, serta gunakanlah sumber daya teknologi untuk mengelola dan mengomunikasikan informasi personal dan professional.

Masa Depan : Komputer di Mana-mana
Ubiquitous Computing, menekankan pada distribusi computer ke lingkungan, ketimbang ke personal. Ubiquitous computing akan berupa dunia pasca-PC (komputer pribadi).

BAB V DIVERSITAS SOSIOKULTURAL (tugas resume)

Diposting oleh Nabila Annisa di 21.12 0 komentar


BAB V

DIVERSITAS SOSIOKULTURAL

KULTUR DAN ETNIS

Kultur
Pola perilaku, keyakinan, dan semua produk lain dari kelompok orang tertentu yang diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Studi lintas-kultural studi yang membandingkan apa yang terjadi dalam satu kultur dengan apa yang terjadi di dalam satu atau beberapa kultur lain; menyediakan informasi tentang seberapa jauh orang itu sama dan seberapa jauh perilaku tertentu adalah perilaku khusus dari suatu kultur.

Status Sosioekonomi
Kelompok orang berdasarkan karakteristik ekonomi, individual, dan pekerjaannya.

Etnis
Pola umum karakteristik seperti warisan kultural, nasionalitas, ras, agama, dan bahasa.

Isu Bahasa
Pendidikan Bilingual bertujuan untuk mengajar mata pelajaran kepada anak imigran dengan menggunakan bahasa asal mereka (kebanyaan spanyol), sembari secara bertahap memberikan pengajaran dengan bahasa Inggris.

Konsiderasi Bahasa Kedua Lainnya Amerika Serikat adalah salah satu dari sedikit Negara di dunia di mana kebanyakan muridnya lulus dari sekolah menengah dengan hanya mengenal bahasa mereka sendiri.

PENDIDIKAN MULTIKURAL

Pendidikan Multikultural adalah pendidikan yang menghargai diversitas dan mewadahi perspektif dari beragam kelompok kultural atas dasar basis regular.

Memberdayakan Murid
Pemberdayaan berarti member orang keahlian intelektual dan mengatasi masalah agar berhasil dan menciptakan dunia yang lebih adil.

Pengajaran yang Relevan Secara Kultural
Aspek penting dari pendidikan multikultural. Pengajaran ini dimaksudkan untuk menjalin hubungan dengan latar belakang kultural dari pelajar.

Pendidikan yang Berpusat pada Isu
Murid diajari secara sistematis untuk mengkaji isu-isu yang berkaitan dengan kesetaraan dan keadilan sosial. Pendidikan ini tak hanya mengklarifikasi nilai, tetapi juga mengkaji alternatif dan konsekuensi dari pandangan tertentu yang dianut murid.

Meningkatkan Hubungan di Antara Anak dari Kelompok Etnis yang Berbeda-beda
>Kelas Jigsaw: di mana murid dari berbagai latar belakang kultural yang berbeda diminta bekerja sama untuk mengerjakan beberapa bagian yang berbeda dari suatu tugas untuk meraih tujuan yang sama.
>Kontak Personal dengan Orang Lain dari Latar Belakang Kultural yang Berbeda
>Pengambilan Perspektif
>Pemikiran Kritis dan Inteligensi Emosional
>Mengurangi Bias
>Meningkatkan Toleransi
>Sekolah dan Komunitas sebagai Satu Tim

Isu Apakah Inti Nilai “Putih” Mesti Diajarkan atau Tidak
Beberapa pendidikan menentang penekanan pada pemberian informasi tentang kelompok etnis yang berbeda melalui kurikulum sekolah. Mereka juga menentang pendidikan etnosentris yang menekankan pada kelompok minoritas non-Kulit Putih.

GENDER

Gender adalah dimensi sosiokultural dan psikologis dari pria dan wanita.Peran Gender adalah ekspektasi sosial yang merumuskan bagaimana pria dan wanita seharusnya berpikir, merasa, dan berbuat.

Pandangan-pandangan tentang Perkembangan Gender
>Pandangan Biologis
>Pandangan Sosiologis
>Pandangan Kognitif

Stereotip, Kesamaan, dan Perbedaan Gender
Stereotip gender adalah kategori luas yang merefleksikan kesan dan keyakinan tentang apa perilaku yang tepat untuk pria dan wanita. Sexisme adalah prasangka dan diskriminasi terhadap individu karena jenis kelamin seseorang.

Kesamaan dan Perbedaan Gender dalam Domain yang Relevan Secara Akademis
>Penampilan Fisik
>Keahlian Matematika dan Sains
>Kemampuan Verbal
>Pencapaian Pendidikan
>Keahlian Hubungan
>Agresi dan Regulasi Diri
>Kontroversi Gender

Klasifikasi Peran Gender
Adalah mengevaluasi anak lelaki dan perempuan dari segi kumpulan bakat personalitas.

Gender dalam Konteks
>Membantu Perilaku dan Emosi     : Stereotip menyatakan bahwa wanita lebih baik ketimbang pria dalam soal membantu.
>Kultur                                              : Tampak jelas ketika mengkaji perilaku yang dirumuskan secara cultural untuk wanita dan pria dalam Negara yang berbeda di seluruh dunia.

Menghilangkan Bias Gender
>Interaksi Guru-Murid
>Isi Kurikulum dan Isi Mata Pelajaran Olahraga
>Pelecehan Seksual

BAB I Psikologi Pendidikan: Perangkat untuk Mengajar Secara Efektif (tugas resume)

Diposting oleh Nabila Annisa di 21.08 0 komentar


BAB I
Psikologi Pendidikan: Perangkat untuk Mengajar Secara Efektif


SELAYANG PANDANG PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Psikologi Pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.

Latar Belakang Historis
William James. Dia menegaskan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas guna meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik yang sedikit lebih tinggi di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak dengan tujuan untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.

John Dewey. Dia menjadi motor penggerak untuk mengaplikasikan psikologi di tingkat praktis. Dia membangun laboratorium psikologi pendidikan pertama di AS, di Universitas Chicago, pada tahun 1894. Kita banyak mendapat ide penting dari John Dewey (Glassman, 2001, 2001). Pertama, dari Dewey kita mendapatkan pandangan tentang anak sebagai pembelajar aktif (active learner). Kedua, kita mendapatkan ide bahwa pendidikan seharusnya difokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Ketiga, kita mendapat gagasan bahwa semua anak berhak mendapat pendidikan yang selayaknya.

E. L. Thorndike. Yang member banyak perhatian pada penilaian dan pengukuran dan perbaikan dasar-dasar belajar secara ilmiah. Sangat ahli dalam melakukan studi belajar dan mengajar secara ilmiah (Beatty, 1998). Thorndike mengajukan gagasan bahwa psikologi pendidikan harus punya basis ilmiah dan harus berfokus pada pengukuran (O’donnell & Levin, 2001).

Mengajar: Antara Seni dan Ilmu Pengetahuan
Baik sains maupun seni dan pengalaman keahlian mengajar berperan penting bagi keberhasilan seorang guru (Johnson dkk., 2002; Newman, 2002).

CARA MENGAJAR YANG EFEKTIF

Pengetahuan dan Keahlian Profesional
Guru yang efektif menguasai materi pelajaran dan keahlian atau keterampilan mengajar yang baik. Guru yang efektif memiliki strategi pengajaran yang baik dan didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran, dan manajemen kelas.
>Penguasaan Materi Pelajaran
Guru yang efektif harus berpengetahuan, fleksibel, dan memahami materi. Membutuhkan pengetahuan tentang dasar-dasar pengorganisasian materi, mengaitkan berbagai gagasan, cara berpikir dan berargumen, pola perubahan dalam satu mata pelajaran, kepercayaan tentang mata pelajaran, dan kemampuan untuk mengaitkan satu gagasan dari suatu disiplin ilmu ke disiplin ilmu lainnya.
>Strategi Pengajaran
Konstuktivisme
menekankan agar individu secara aktif menyusun dan membangun pengetahuan dan pemahaman. Menurut pandangan konstruktivis, guru bukan sekadar member informasi ke pikiran anak, akan tetapi guru harus mendorong anak untuk mengeksplorasi dunia mereka, menemukan pengetahuan, merenung, dan berpikir secara kritis (Brooks & Brooks, 2001).
>Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional
Guru yang efektif tidak sekadar mengajar di kelas, entah itu dia menggunakan perspektif tradisional atau konstruktivis.
>Keahlian Manejemen Kelas
Guru yang efektif adalah guru yang mampu menjaga kelas tetap aktif bersama dan mengorientasikan kelas ke tugas-tugas. Guru yang efektif membangun dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif.
>Keahlian Motivasional
Guru yang efektif punya strategi yang baik untuk memotivasi murid agar mau belajar (Boekaerts, Pintrich & Zeidner, 2000).
>Keahlian Komunikasi
Guru yang efektif menggunakan keahlian komunikasi yang baik saat mereka berbicara “dengan” murid, orang tua, administrator, dan yang lainnya, dan tidak terlalu banyak mengkritik, serta memiliki gaya komunikasi yang asertif, bukan agresif, manipulative, atau pasif (Alberti & Emmons, 1995; Evertson, Emmer, & Worsham, 2003). Juga bekerja untuk meningkatkan keahlian komunikasi para murid.
>Bekerja Secara Efektif dengan Murid dari Latar Belakang Kultural yang Berlainan
Guru yang efektif mendorong murid untuk menjalin hubungan positif dengan murid yang berbeda, harus memikirkan cara agar upaya itu berhasil.
>Keahlian Teknologi
Guru yang efektif mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan konputer ke dalam proses belajar di kelas (Male, 2003). Juga tahu cara menggunakan computer dan cara mengajar murid untuk menggunakan computer untuk menulis dan berkreasi.

Komunikasi dan Motivasi
Menjadi guru yang efektif juga membutuhkan komitmen dan motivasi. Aspek ini mencakup sikap yang baik dan perhatian kepada murid.

RISET DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Mengapa Riset itu Penting?
Riset memberikan informasi yang valid tentang cara terbaik untuk mengajar bisa membuat anda menjadi guru yang lebih baik.

Pendekatan Riset Ilmiah
Merumuskan masalah, mengumpulkan data, menarik kesimpulan serta merevisi kesimpulan dari teori riset.

Metode Riset
>Riset Deskriptif                   :
mengamati dan mencatat perilaku
>Riset Korelasional
>Riset Eksperimental            :
menentukan sebab-sebab perilaku
>Riset cross-sectional : mempelajari kelompok orang pada satu waktu
>Riset longitudinal

Riset Evaluasi Program, Riset Aksi, dan Guru-sebagai-Periset
Riset Evaluasi Program : didesain untuk membuat keputusan tentang efektivitas program tertentu.
Riset Aksi : untuk memecahkan problem sekolah.
Guru-sebagai-Periset : guru kelas dapat melakukan riset sendiri untuk meningkatkan mutu praktik pengajaran mereka.

TANTANGAN RISET

>Etika
>Gender
>Etnis dan Kultur
>Menjadi Konsumen Informasi yang Bijak tentang Psikologi Pendidikan




Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Blogroll

About

 

Icaaak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review