Sabtu, 01 April 2017

BAB I Psikologi Pendidikan: Perangkat untuk Mengajar Secara Efektif (tugas resume)

Diposting oleh Nabila Annisa di 21.08


BAB I
Psikologi Pendidikan: Perangkat untuk Mengajar Secara Efektif


SELAYANG PANDANG PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Psikologi Pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.

Latar Belakang Historis
William James. Dia menegaskan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas guna meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik yang sedikit lebih tinggi di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak dengan tujuan untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.

John Dewey. Dia menjadi motor penggerak untuk mengaplikasikan psikologi di tingkat praktis. Dia membangun laboratorium psikologi pendidikan pertama di AS, di Universitas Chicago, pada tahun 1894. Kita banyak mendapat ide penting dari John Dewey (Glassman, 2001, 2001). Pertama, dari Dewey kita mendapatkan pandangan tentang anak sebagai pembelajar aktif (active learner). Kedua, kita mendapatkan ide bahwa pendidikan seharusnya difokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Ketiga, kita mendapat gagasan bahwa semua anak berhak mendapat pendidikan yang selayaknya.

E. L. Thorndike. Yang member banyak perhatian pada penilaian dan pengukuran dan perbaikan dasar-dasar belajar secara ilmiah. Sangat ahli dalam melakukan studi belajar dan mengajar secara ilmiah (Beatty, 1998). Thorndike mengajukan gagasan bahwa psikologi pendidikan harus punya basis ilmiah dan harus berfokus pada pengukuran (O’donnell & Levin, 2001).

Mengajar: Antara Seni dan Ilmu Pengetahuan
Baik sains maupun seni dan pengalaman keahlian mengajar berperan penting bagi keberhasilan seorang guru (Johnson dkk., 2002; Newman, 2002).

CARA MENGAJAR YANG EFEKTIF

Pengetahuan dan Keahlian Profesional
Guru yang efektif menguasai materi pelajaran dan keahlian atau keterampilan mengajar yang baik. Guru yang efektif memiliki strategi pengajaran yang baik dan didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran, dan manajemen kelas.
>Penguasaan Materi Pelajaran
Guru yang efektif harus berpengetahuan, fleksibel, dan memahami materi. Membutuhkan pengetahuan tentang dasar-dasar pengorganisasian materi, mengaitkan berbagai gagasan, cara berpikir dan berargumen, pola perubahan dalam satu mata pelajaran, kepercayaan tentang mata pelajaran, dan kemampuan untuk mengaitkan satu gagasan dari suatu disiplin ilmu ke disiplin ilmu lainnya.
>Strategi Pengajaran
Konstuktivisme
menekankan agar individu secara aktif menyusun dan membangun pengetahuan dan pemahaman. Menurut pandangan konstruktivis, guru bukan sekadar member informasi ke pikiran anak, akan tetapi guru harus mendorong anak untuk mengeksplorasi dunia mereka, menemukan pengetahuan, merenung, dan berpikir secara kritis (Brooks & Brooks, 2001).
>Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional
Guru yang efektif tidak sekadar mengajar di kelas, entah itu dia menggunakan perspektif tradisional atau konstruktivis.
>Keahlian Manejemen Kelas
Guru yang efektif adalah guru yang mampu menjaga kelas tetap aktif bersama dan mengorientasikan kelas ke tugas-tugas. Guru yang efektif membangun dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif.
>Keahlian Motivasional
Guru yang efektif punya strategi yang baik untuk memotivasi murid agar mau belajar (Boekaerts, Pintrich & Zeidner, 2000).
>Keahlian Komunikasi
Guru yang efektif menggunakan keahlian komunikasi yang baik saat mereka berbicara “dengan” murid, orang tua, administrator, dan yang lainnya, dan tidak terlalu banyak mengkritik, serta memiliki gaya komunikasi yang asertif, bukan agresif, manipulative, atau pasif (Alberti & Emmons, 1995; Evertson, Emmer, & Worsham, 2003). Juga bekerja untuk meningkatkan keahlian komunikasi para murid.
>Bekerja Secara Efektif dengan Murid dari Latar Belakang Kultural yang Berlainan
Guru yang efektif mendorong murid untuk menjalin hubungan positif dengan murid yang berbeda, harus memikirkan cara agar upaya itu berhasil.
>Keahlian Teknologi
Guru yang efektif mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan konputer ke dalam proses belajar di kelas (Male, 2003). Juga tahu cara menggunakan computer dan cara mengajar murid untuk menggunakan computer untuk menulis dan berkreasi.

Komunikasi dan Motivasi
Menjadi guru yang efektif juga membutuhkan komitmen dan motivasi. Aspek ini mencakup sikap yang baik dan perhatian kepada murid.

RISET DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Mengapa Riset itu Penting?
Riset memberikan informasi yang valid tentang cara terbaik untuk mengajar bisa membuat anda menjadi guru yang lebih baik.

Pendekatan Riset Ilmiah
Merumuskan masalah, mengumpulkan data, menarik kesimpulan serta merevisi kesimpulan dari teori riset.

Metode Riset
>Riset Deskriptif                   :
mengamati dan mencatat perilaku
>Riset Korelasional
>Riset Eksperimental            :
menentukan sebab-sebab perilaku
>Riset cross-sectional : mempelajari kelompok orang pada satu waktu
>Riset longitudinal

Riset Evaluasi Program, Riset Aksi, dan Guru-sebagai-Periset
Riset Evaluasi Program : didesain untuk membuat keputusan tentang efektivitas program tertentu.
Riset Aksi : untuk memecahkan problem sekolah.
Guru-sebagai-Periset : guru kelas dapat melakukan riset sendiri untuk meningkatkan mutu praktik pengajaran mereka.

TANTANGAN RISET

>Etika
>Gender
>Etnis dan Kultur
>Menjadi Konsumen Informasi yang Bijak tentang Psikologi Pendidikan




0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Blogroll

About

 

Icaaak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review